Tujuan Revitalisasi Pasar Tradisional

revitalisasi pasar tradisionalProgram revitalisasi pasar tradisional yang saat ini sedang di kerjakan oleh Kementerian Perdagangan dianggap merupakan langkah yang tepat agar dapat meningkatkan serta menggeliatkan ekonomi rakyat. Program yang satu ini pun dianggap mampu untuk meningkatkan akses masyarakat tanah air pada kebutuhan utama mereka. Selain itu, revitalisasi pasar juga diyakini mampu menarik masyarakat modern kembali yang sudah sempat enggan untuk berbelanja di pasar tradisional yang memiliki kesan kumuh. Menurutnya, revitalisasi pasar begitu penting karena adanya perubahan dari para perilaku konsumen. Kini masyarakat cenderung lebih memilih tempat berbelanja yang suasananya nyaman.

Oleh karena itulah, perbaikan fasilitas yang ada pada pasar mutlak diperlukan jika tidak menginginkan pasar rakyat semakin sepi dengan pembeli. Menurut data yang diterima dari Kementrian Perdagangan tahun 2013 terdapat sekiranya 9599 pasar tradisional yang ada di 33 provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut cukup banyak dan juga signifikan bagi sektor ekonomi masyarakat kita saat ini. Telah cukup banyak masyarakat yang lebih mengandalkan penghasilannya dibanding pasar tradisional ini. Itulah sebabnya keberadaan dari pasar tradisional wajib untuk menjadi perhatian khusus dari pemerintah. Dan juga sekitar 95% dari jumlah pasar tersebut sudah berusia lebih dari 25 tahun bahkan sudah dalam kondisi fisik yang sudah tidak layak lagi. Itulah kenapa sentuhan revitalisasi sangat dibutuhkan. Tujuan dari revitalisasi pasar tradisional ini ialah:
1. untuk dapat memberikan kenyamanan bagi para konsumen yang berbelanja,
2. untuk dapat memberdayakan pedagang atau memotivasi pedagang agar bisa meningkatkan omzetnya,
3. untuk dapat melestarikan pasar,
4. untuk dapat terus mengangkat ciri khas lokal atau kearifan lokal yang ditunjukkan oleh pasar tradisional.

Revitalisasi ini sebenarnya bertujuan untuk memberikan image yang baru bagi masyarakat yakni image nyaman serta lebih adil. Hal tersebut pun direalisasikan oleh Kementrian Perdagangan serta dengan 10 pasar di 10 daerah di kabupaen dan juga kota. Hal tersebut dilakukan agar pasar percontohan tersebut bisa menjadi stimulan serta standarisasi/pedoman untuk pasar yang lainnya. Dan juga hasil dari pasar percontohan itu akan mendatangkan omzet pedagang pasar naik hingga 30 sampai 85 % dari pendapatan yang terdapat di pasar lama. Lalu apa saja yang perlu dibenahi dalam menjalankan revitalisasi ini ? Setelah selesai melalui tahap mapping, maka selanjutnya yg perlu dibenahi ialah fisik dari pasar serta layout pasar yang terkait dengan sanitasi dan juga lingkungan. Yang kedua ialah manajemen pasar. Lalu selanjutnya pemberdayaan manajemen pasar serta pedagang juga harus dilakukan agar keberlangsungan program dapat terpelihara dengan baik.

Itu berarti yang menjadi targetnya ialah manajemen serta pedagang pasar, dan dengan melibatkan berbagai pihak serta elemen masyarakat yang seperti Asosiasi Pedagang Pasar dan Universitas. Karena di dalam era otonomi daerah ini, pemerintah pusatakan tentunya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah. Mengenai hal tersebut yang juga cukup penting untuk dibenahi ialah komitmen dari pemerintah daerah yakni dalam legal aspect, yang dimana perlu adanya peraturan daerah yang dapat mengatur tentang ketentuan pasar rakyat yang juga didasarkan dari standar yang telah dibuat oleh Kementrian Perdagangan, misalnya saja seperti luasnya minimal 5000m, dan terdiri dari minimal 150a pedagang, dan juga tanahnya tidak bermasalah serta berkomitmen untuk memelihara pasar. Beberapa pedoman yang wajib dilakukan, seperti harus memperhatikan faktor yang ada pada lingkungan hidup, lalu menunjuk pengelola teknis untuk mengolah sampah, dan menindak para pedagang yang kerap kali melanggar peraturan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *